
SAMARINDA – Menghadapi musim kemarau sekaligus momentum agung kelahiran Rasulullah SAW, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Kaltim menggelar agenda keagamaan akbar berupa pelaksanaan Salat Istisqa (salat memohon turunnya hujan) yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Jum’at, 11 September 2026 kemarin. Acara yang dipusatkan di halaman kompleks sekolah YPI Kaltim ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi terpadu dari tiga unit satuan pendidikan yang bernaung di bawah YPI Kaltim, yakni MTs Normal Islam, SMP Aminah Syukur, dan SMA Islam Samarinda. Ratusan siswa bersama jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan hadir memadati lapangan untuk bersujud dan bermunajat bersama.
Mengetuk Pintu Langit Lewat Salat Istisqa
Pelaksanaan Salat Istisqa digelar pada pagi hari sebagai respons terhadap kondisi kemarau yang melanda wilayah Samarinda dan sekitarnya. Salat dua rakaat berjamaah yang diakhiri dengan khotbah dan doa istighfar ini menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk introspeksi diri (muhasabah) serta memohon rahmat dan berkah hujan dari Allah SWT.
Ketua YPI Kaltim, Dr. H. Farid Wadjdy, M.Pd. menyampaikan bahwa kondisi alam yang membutuhkan turunnya air hujan hendaknya menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Kita menyadari bahwa segala sesuatu atas kehendak Allah, sehingga selain berusaha secara nyata, kita juga harus memperbanyak doa dan muhasabah,” tutur Farid Wadjdy di hadapan para peserta.
Meneladani Akhlak Mulia di Peringatan Maulid Nabi SAW
Usai khutbah dan doa bersama Salat Istisqa selesai ditunaikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan selawat yang menggema diiringi tausiah keagamaan membawa suasana syahdu dan penuh haru di lingkungan sekolah.
Dalam peringatan tersebut, para peserta didik diajak untuk merenungkan kembali suri teladan Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kesabaran, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Melalui Salat Istisqa, kita bersama-sama memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Sementara melalui peringatan Maulid Nabi, kita diingatkan untuk senantiasa meneladani sifat dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW dalam keseharian, baik saat menuntut ilmu maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Dr. H. Farid Wadjdy, M.Pd.
Sarana Penguatan Karakter dan Ukhuwah
Pihak yayasan menegaskan bahwa perhelatan gabungan ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan wahana edukasi karakter nyata bagi generasi muda. Mengumpulkan siswa dari tingkat menengah pertama hingga menengah atas (MTs, SMP, dan SMA) dalam satu shaf mempererat ukhuwah islamiyah dan rasa kebersamaan keluarga besar YPI Kaltim.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemudahan bagi civitas akademika dalam proses belajar mengajar, serta harapan agar hujan berkah segera turun membasahi bumi Kalimantan Timur.